Sulit Menerima Diri Sendiri? Ini 5 Cara Menerima Diri Sendiri!
Ditulis Oleh : Fatihatun Puti Sabrina
Melakukan penerimaan pada diri sendiri merupakan salah satu bentuk dari penerapan self-love. Penerimaan diri artinya belajar untuk mencintai semua bagian dari diri kita, baik apa yang dapat terlihat di luar maupun dari dalam, baik dari sisi positif ataupun hal negatif.
Orang yang telah melakukan penerimaan diri secara utuh dapat memaksimalkan kelebihan yang mereka miliki, alih-alih borfokus pada hal yang mereka anggap sebagai kekurangan. Hal ini juga akan membuat prespektif kita lebih terbuka untuk memahami bahwa masing-masing individu memilki values dan prinsip hidupnya masing -masing.
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melakukan penerimaan terhadap diri sendiri:
1. Identifikasi dan Kenali Diri Anda
Rasanya akan sulit melakukan penerimaan diri disaat kita belum mengenali diri kita secara utuh. Anda mungkin berpikir, apa susahnya mengenali diri sendiri? Bukankah dengan mengetahui karakter, kebiasaan apa yang saya suka dan tidak suka sudah cukup? nyatanya, tidak.
Saya pernah menulis dalam buku saya The Art of self renewal, bahwa karakter, sifat dan prinsip yang kita bawa saat ini dipengaruhi oleh lingkungan dan orang-orang terdekat kita saat kita kecil. Hal ini menyebabkan apa yang dapat kita terima dan tidak bergantung dari norma yang diterapkan keluarga kita saat kecil.
Contoh, bila keluarga Anda menganggap 'marah' adalah hal yang salah, Anda akan tumbuh menjadi orang yang bersikeras menunjukkan bahwa Anda bukan seorang pemarah. Anda tidak terima, dan mengelak bila orang mengatakan hal ini ada pada diri Anda. Akhirnya, Anda tumbuh dengan membawa karakter, sifat, dan prinsip yang dapat diterima oleh oleh lingkungan Anda.
Lalu bagaimana cara untuk menidentifikasi diri kita lebih dalam?
Kita bisa mulai dengan melakukan refleksi ke diri sendiri dan orang lain, cobalah identifikasi apa hal-hal yang dapat mentrigger Anda? Bila Anda merasakan perubahan gejolak emosi yang cukup besar, coba untuk tanyakan pada diri Anda
- "Mengapa Saya Merasa Seperti Ini?",
- "Apa ekspektasi yang saya harapkan?",
- "Dari mana keinginan/ekspektasi ini berasal?"
Anda juga dapat melakukan mirroring, Teal swan dalam bukunya yang berjudul the anatomy of loneliness, menjelaskan bahwa 'Hal yang kita benci dari orang lain, merupakan hal yang kita tidak terima kehadirannya di diri kita, dan hal yang kita sangat cintai dari orang lain merupakan hal yang selama ini kita inginkan namun tidak kita milikki di diri kita'.
2. Penerimaan Secara Utuh
Mengatakan kita melakukan penerimaan hanya dari hal-hal yang dapat kita terima di diri kita, menandakan bahwa kita belum melakukan penerimaaan secara utuh. Hal ini tidak hanya mencakup hal-hal yang baik dan buruk yang bersifat empiris, namun jua untuk hal yang bersifat normatif.
Penerimaan ini juga mencakup pada sisi gelap kita sebagai seorang manusia. Setiap orang memiliki dark side nya masing-masing, alih-alih menganggap hal ini buruk dan memilih untuk mengabaikan hal tersebut, cobalah untuk menerima bahwa itu merupakan bagian dari diri manusia.
Anda tidak akan mengerti putih bila tidak mengetahui apa itu hitam. Dengan melihat polaritas dari segala aspek, akan memudahkan Anda untuk lebih bijak dalam melakukan penerimaan secara utuh.
3. Memaafkan Diri Sendiri
Hal yang dapat Anda lakukan selanjutnya adalah belajar untuk memaafkan diri sendiri. Sadari bahwa Anda bukan manusia sempurna, begitupun orang lain. Anda tidak bisa mengubah masa lalu, yang dapat Anda lakukan hanyalah mempersiapkan masa depan Anda sebaik mungkin. Maka dari itu terus-menerus menyalahkan diri sendiri bukan pilihan yang bijak.
Bukankah salah satu tujuan kita di dunia ini untuk belajar? Dalam aspek apapun, semua beriorientasi pada pembelajaran dan perkembangan jiwa kita.
4. Ubah Sikap Judgemental Menjadi Observasi
Ketika kita memandang suatu hal sebagai sesuatu yang negatif, pikiran kita kerap memberikan judgement dan meyakini bahwa apa yang kita anggap buruk adalah buruk, dan tidak ada prespektif baik yang bisa kita berikan terkait hal tersebut. Padahal hal tersebut belum tentu benar (tentunya dengan kesadaran penuh bahwa prespektif manusia terbatas).
Alih-alih memberikan judgement pada suatu hal atau karakteristik yang Anda benci mengenai diri Anda, belajarlah observasi hal tersebut. Mengapa hal tersebut buruk?
Sebagai contoh, bila salah satu darkness Anda adalah manipulatif, Anda bisa mencatat beberapa alasan mengapa sifat ini Anda pandang buruk, kemudian cobalah observasi, apakah ada hal baik yang bisa dimanfaatkan dari sifat ini? Apakah memungkinkan bila Anda menggunakan sifat manipulatif untuk membuat orang melakukan apa yang Anda inginkan--bukan untuk kepentingan Anda, namun untuk kebaikan banyak orang?
Ya, Anda tetap manipulatif, namun Anda mengarahkan hal ini kepada hal yang positif. Secara tidak sadar Anda telah mengubah kekurangan Anda menjadi suatu kekuatan baru dalam diri Anda. Menarik bukan?
Ambil secarik kertas, dan tanyakan hal hal berikut pada diri Anda:
- Apa hal negatif / dark side pada diri saya?
- Mengapa hal ini buruk?
- Apakah terdapat kemungkinan sisi baik dari hal tersebut?
- Bagaimana saya memanfaatkan hal ini menjadi sesuatu yang baik?
5. Kelilingi Diri Anda Dengan Orang Terkasih
Berada di lingkungan yang tidak mendukung, akan membuat Anda kesulitan memaksimalkan potensi yang Anda milikki.
Bertahan dengan orang-orang yang tidak bisa melihat value Anda, dapat membuat Anda mempertanyakan 'self worth' pada diri Anda.
Journey dalam penerimaan diri sendiri memang tidak mudah. Ada kalanya Anda merasa menyayangi diri Anda, dan ada kalanya Anda merasa benci dengan diri Anda. Berada di keliling orang-orang yang mencintai Anda dengan tulus, akan memudahkan perjalanan Anda menuju penerimaan diri dan mendukung Anda untuk perkembangan diri yang lebih baik lagi (self growth).
Nah itulah 5 Cara menerima diri sendiri! Penerimaan (self acceptence) penting dilakukan sebelum kita melakukan perkembangan diri (self growth).
You get the best version of me when i feel save around you. My femininity flourishes in healthy environments. I protect that version of me because i've spent so much time healing and preserving that version of me - Jojo, The minds Journal
Share this