Memahami Peran Diri, Menghindari Hidup Dalam Kompetisi

 

Memahami Peran Diri, Menghindari Hidup Dalam Kompetisi

Ditulis oleh : Fatihatun Puti Sabrina 

Memahami Peran, Hindari hidup dalam Kompetisi


Memahami Makna Oneness

Teal Swan—salah seorang motivator sekaligus penulis buku yang memahami perihal spiritual dan relational psychology—pernah menjelaskan dalam bukunya yang berjudul “The anatomy of loneliness” mengenai konsep oneness atau makna kesatuan, memahami bahwa semua manusia yang berada dalam bumi ini berasal dari source yang sama, dari energi yang sama. Konsep ini dianalogikan seperti sebuah air di laut, yang membentuk gelombang dan melahirkan butiran-butiran air yang berbeda-beda. Di mana butiran tersebut diasumsikan sebagai kita, manusia. Konsep ini menjelaskan bahwa kita berasal dari energi yang sama, hanya bagaimana kita bereaksi terhadap hal sekitar yang menjadikan kita berbeda satu sama lain.

Pada awalnya, saya tidak menaruh perhatian besar mengenai apa yang tertulis di sana. Hingga akhirnya pemahaman ini secara tidak langsung mengajari saya makna hidup yang lebih dalam.  Kita semua tidak bisa mengelak, bahwa kadang kita membuat hidup ini terlihat seperti sebuah kompetisi, mengenai siapa yang bisa mencapai tangga teratas hanya berdasarkan standar yang dibuat oleh lingkungan sekitar—bahkan untuk hal yang tidak menjadi tujuan hidup kita. Pada kondisi lain, timbulnya perasaan “Me VS them” sangat mungkin terjadi ketika kita belum memahami makna oneness yang sebenarnya, yang terjadi karena kita masih menjalani hidup dengan ego, dan belum mengetahui bahwa setiap masing-masing dari manusia memiliki peran dan misi hidupnya tersendiri.


Berhenti Menjalani Hidup Dengan Ego, Pahami Misi Jiwa Masing-Masing

Ketika saya masih hidup dalam ego, perasaan menjadi 'victim' akibat hidup yang terasa tak adil sering saya rasakan. Saya selalu bertanya-tanya, “Mengapa jalan saya harus selalu berkelok ketika orang lain bisa berjalan dengan lurus?, “Mengapa saya selalu ditempatkan pada keadaan di mana saya harus berjuang lebih keras di saat yang lain bisa melakukannya dengan lebih mudah?”, “Mengapa dengan kemampuan yang sama, dengan tujuan akhir yang sama, saya selalu dibuat seolah saya harus mengeluarkan effort yang lebih besar?” (bukan hanya berdasar opini pribadi)

Ada rasa marah ketika saya melihat jalan orang lain yang terasa lebih mudah, (mungkin benar pepatah yang mengatakan rumput tetangga terlihat lebih hijau dari rumput di tempat kita sendiri). Berkali-kali pertanyaan “Kenapa?” selalu muncul ketika saya mulai muak untuk dipaksa terus berjuang. Saya tahu kerja kerjas merupakan hal yang wajar, namun ditempatkan untuk selalu berjuang lebih keras dari yang lain tentu bukan hal yang bisa saya terima. Mungkin di sini sedikit terdengar egois, namun inilah yang saya rasakan ketika saya masih hidup dalam ego saya.

Di fase awal, saya marah kepada Tuhan, saya merasa makna 'adil' seharusnya terjadi dengan menempatkan kesulitan dan perjuangan saya sama dengan orang lain. Hingga akhirnya Tuhan memperlihatkan sendiri mengapa saya diminta berjuang lebih keras kemarin—tentunya dengan hadiah yang bahkan saya rasa tak sepadan dengan pelajaran yang saya terima sebelumnya.

Lalu saya masuk pada fase kedua, di sana saya masih hidup dalam ego bahwa saya 'victim' dari kehidupan yang kejam, namun di sisi lain saya sudah percaya pada jalan Tuhan, rasa marah saya berganti—saya tidak lagi marah  pada Takdir atau jalan Tuhan, tetapi saya marah dan selalu menyalahkan diri saya untuk setiap kegagalan yang saya lakukan.

Which is stupid, saya tak bisa menerimanya, namun saya juga tak tahu siapa yang harus saya salahkan selanjutnya.

Saya mengalami dua fase tersebut. Dua fase yang saya lalui hingga saya mulai belajar dan mencoba koreksi diri lebih baik lagi. Kini bukan lagi rasa marah yang saya alihkan, namun saya mulai belajar untuk memahami hidup tidak dari sudut pandang saya sebagai manusia—di mana sudut pandang manusia terbatas, sedangkan rencana dan jalan Tuhan terlalu luas.

Dari sana, saya mulai memahami bahwa kita memiliki tugas dan perannya masing-masing. Setiap manusia yang hadir di dunia ini, memiliki visi misi jiwanya sendiri, entah yang pada akhirnya dapat mereka penuhi atau mungkin tak pernah mereka sadari hingga hidup berakhir nanti. Pemahaman bahwa setiap orang memiliki peran masing-masing—membawa saya pada asumsi bahwa—dengan peran yang berbeda, dengan tujuan akhir yang berbeda, dan dengan visi misi hidup yang berbeda, apakah mungkin kita akan menempuh jalan yang sama?

Ketika tujuan hidup saya dan Anda berbeda, pencarian hidup kita berbeda, bukankah wajar bila kita dihadapkan pada pelajaran hidup yang tidak sama untuk membuat kita sampai pada misi jiwa masing-masing?

Tujuan hidup di sini bukan hanya sesuatu yang bersifat materil, tujuan hidup bisa berarti terpenuhinya kepuasan batin, bisa lebih mengarah pada memahami hidup secara filosofis, bahkan untuk beberapa orang—tujuan hidup bukan sekedar apa yang bisa mereka raih untuk diri mereka, namun apa yang bisa mereka berikan untuk orang lain. 

Tak mungkin, 'kan dengan dunia seluas ini, manusia sebanyak ini, kita berada di dunia  untuk misi yang sama? bukankah diperlukan perbedaan untuk saling melengkapi dan menciptakan keseimbangan?


Kurangi Pencarian Keluar, Dengarkan Keinginan Hati Terdalam

Dari sana saya mengerti, alasan rasa sakit yang terjadi kemarin, alasan semua keadaan yang memaksa saya untuk berjuang baik psikis maupun mental, juga mengapa perihal cinta kasih selalu menjadi pelajaran terberat saya, ternyata semua berorientasi pada pelajaran untuk memenuhi visi misi hidup saya sendiri

Pemahaman ini membuat saya bisa menjalani hidup dengan lebih tenang, tidak lagi merasa bahwa saya merupakan korban kehidupan, dan menerima ketika saya kembali ditendang untuk berjuang lebih keras (walau di awal pasti saya mengumpat entah pada siapa, lol). 

Konsep oneness yang diajarkan Teal Swan juga membantu saya untuk lebih memahami bahwa tak ada kompetisi dalam hidup. Kita memiliki tujuan masing-masing, dan tujuan kita tidak berorientasi pada standar pencapaian yang dibuat orang lain, tujuan kita tak bisa kita lihat dari luar, dari melihat apa yang orang lain genggam, namun dengan melihat ke dalam diri sendiri. Untuk mendengar keinginan hati kita terdalam.

Keterbukaan dengan diri, belajar mengenali kata hati, dan mengendalikan ego, menjadi alasan bahwa tak seharusnya ada stigma “ME VS THEM” dalam hidup kita sebagai manusia. Karena saya, kalian, kita semua, merupakan manusia dengan misi jiwa masing-masing.  Saya tidak akan pernah menjadi kalian, dan kalian tidak akan pernah menjadi saya. Kita peran utama dalam  skenario  hidup yang berbeda. 

 

Mohon maaf atas segala kesalahan dalam penyampaian dan penulisan. Saya menyadari saya manusia yang memiliki banyak kekurangan dan perlu banyak perbaikan. 


Salam hangat, 

Puti Sabrina :)

 

Belajar Ikhlas, Melepaskan, dan Meyakini Rencana Tuhan

Belajar Ikhlas, Melepaskan, dan Meyakini Rencana Tuhan

Ditulis oleh : Fatihatun Puti Sabrina

Belajar untuk ikhlas dan menerima tentu bukan  hal yang mudah. Bila saya boleh berkata jujur, ikhlas merupakan pelajaran terberat yang saya terima dalam hidup saya sampai detik ini (dibanding pelajaran mengenai self love, betrayal, dan self awareness yang saya alami beberapa waktu lalu). Mengatakan kita ikhlas sama dengan kita menyadari penuh bahwa kita telah melepas sesuatu—hal, benda, seseorang—dari hidup kita. Ikhlas bukan sekedar melupakan, namun ikhlas berarti merelakan dengan sepenuh hati bahwa apa yang mungkin selama ini kita genggam erat sudah seharusnya kita lepaskan, sekalipun di awal hati masih berat untuk merelakan.


Belajar Ikhlas dan Melepaskan
Belajar Ikhlas dan Melepaskan 


Memahami makna let go dan detach dalam Melepaskan

Saya sempat keliru untuk memahami antara “Let go” dan “detach” beberapa waktu lalu. Saya berpikir bahwa saya telah “Let go”, namun ternyata saya masih masuk pada fase “detach”.

Let go sama artinya dengan melepaskan seluruhnya—dari sisi emosi, pikiran, dan tindakan—sesuatu yang kita rasa sudah tidak bisa lagi dipertahankan dalam hidup kita. Seperti menggunting sebuah benang yang menjadi penghubung.  Sedangkan “detach” lebih mengarah pada ‘pengalihan’, kita menyadari bahwa kita masih menginginkan hal tersebut dalam hidup kita, hati kita masih bertahan pada apa yang kita inginkan, namun kita mengarahkan emosi dan pemikiran kita pada hal lain (bisa pada kegiatan, hobby baru, atau berfokus pada diri sendiri). 

Mudahnya detach lebih mengarah pada pengalihan “energi”, like you realized that you still bound to something, but you choose to not give your energy into that. Ingat energi manusia juga berasal dari emosi dan pemikiran, bukan hanya aksi atau tindakan.

Cara berlajar Ikhlas dan Melepaskan

Ketika saya berniat untuk melepas sesuatu dan menerima dengan ikhlas, penghalang terbesar yang sering menjadi penghambat justru ego manusia sendiri. Ego saya—yang muncul membawa rasa takut dan khawatir—membuat saya selalu bertanya-tanya seperti “Bagaimana bila keputusanmu untuk melepas adalah keputusan yang salah?”, atau  “Bagaimana bila sebenarnya kamu hanya membutuhkan sedikit waktu untuk membuat semua bekerja sebagaimana mestinya?”, dan banyak pertanyaan lain yang membuat hati ini mulai goyah untuk terus berjalan.

Namun dari sana saya memahami bahwa ego manusia yang muncul membawa rasa takut dan khawatir hanya merekam dari pengalaman—baik yang pernah kita alami sendiri, atau pengalaman yang kita lihat terjadi pada orang lain dan tidak ingin terjadi di hidup kita. Ego kita sebenarnya hanya ingin kita benar-benar memahami emosi yang kita rasakan, hal ini manusiawi, tetapi saya sadar bahwa keputusan tetap ada di tangan saya sendiri. Tentu banyak waktu yang saya habiskan seorang diri hingga saya benar-benar dapat mengenali kata hati saya yang sebenarnya. 

The best way if you want to know the difference between your ego and your intuitions, to know about your true desire, is to deal and have a deep talk with your own self. Alone.

Saya banyak menghabiskan waktu seorang diri, saya menyadari bahwa kadang jawaban yang selama ini saya cari terdapat di dalam diri saya sendiri.  Untuk ikhlas dan melepaskan, saya mulai dengan berdamai dengan ego saya dan menerima semua emosi yang saya rasakan. Saya belajar untuk berhenti bertanya 'mengapa' dan 'bagaimana', dan menerimanya sebagai fase yang perlu saya lewati dalam hidup ini. 

Diperlukan keterbukaan dengan diri sendiri untuk membuat proses ini lebih cepat berakhir. Bila “urusan” dengan diri sendiri sudah berhasil di atasi, selanjutnya kita hanya perlu “Keep a faith”, yakin bahwa semesta akan bekerja sebagaimana mestinya. 

Saya belajar untuk percaya bahwa saya berada di mana saya seharusnya berdiri sekarang, saya yakin bahwa saya ada pada posisi yang sudah semestinya. im right where I belong. Sekalipun mungkin keputusan saya pada akhirnya terasa salah, saya yakin proses tersebut tetap sesuatu yang perlu saya lalui. Pemahaman ini berusaha saya tanamkan untuk membuat hati ini lebih kuat, dan diri ini tetap waras.

 

“Tapi kan tidak semudah itu! Ikhlas tidak mungkin mudah, ada aja yang rasanya menahan!”

 

Iya, siapa yang bilang mudah?

 

Maka dari itu, tak heran hadiahnya juga besar. 

Ikhlas sangat sulit, melepaskan orang, harapan, prinsip, yang selama ini selalu kita genggam tidaklah mudah. Bahkan sekalipun saya telah berhadapan dalam situasi ini beberapa kali,  setelah berhasil melewatinya dan melihat apa yang saya dapatkan setelah saya “let go and release”—saya akan melewati fase dari awal, ketika saya berhadapan dengan kasus lain yang kembali menuntut saya untuk ikhlas. Saya harus kembali berdamai dengan ego saya, dan sekalipun sudah berdamai, akan ada masanya hati kembali goyah—jadi ini bukan proses yang lurus, it’s a life.   

Tidak sekali saya bertanya-tanya pada diri saya “Saya tahu saya seharusnya melepas,  dan saya juga tahu Tuhan menyiapkan sesuatu yang baik setelah ini, tetapi mengapa setiap saya dihadapkan pada kondisi baru yang menuntut saya untuk ikhlas, rasanya tetap berat?”

Dari sana, mungkin kehidupan ingin kita belajar untuk menggenggam dan melepas, untuk mengajarkan manusia cinta kasih tanpa perlu memiliki, untuk membuat kita mengerti bahwa kita hanya bagian kecil dari semesta yang luas, ada saatnya kita hanya perlu melepaskan dan mempercayakannya semuanya pada rencana Tuhan.

Dan semua merupakan proses, Keep a faith yang sesungguhnya bukan hanya mengatakan percaya dan yakin ketika Anda masih tahu apa yang mungkin dapat terjadi esok, keep a faith bukan sekedar meyakini ketika Anda masih memiliki pilihan lain, bukan sekedar yakin ketika Anda masih bisa melihat bahwa semua hal bergerak di sekitar Anda. Bukan.

Tapi keep a faith yang sebenarnya—dari apa yang saya pahami dari pengalaman saya , adalah—menerima dan percaya sepenuhnya pada jalan dan takdir Tuhan sekalipun kita tak tahu bagaimana semua akan berakhir, sekalipun semua yang berada di sekitar Anda terasa berhenti berputar, sekalipun Anda tak tahu lagi apa yang bisa anda lakukan (rasanya seperti tak ada pilihan yang tersisa dan apa yang Anda lakukan tak menghasilkan progress apapun). It’s like the real unknown.

Dalam kondisi tersebut, makna “keep a faith lebih bisa Anda rasakan.

Yang perlu dimengerti dari ikhlas dan melepaskan

Untuk saat ini  belajar memahami dan terhubung dengan diri sendiri, serta yakin pada jalan Tuhan adalah  hal yang bisa saya lakukan ketika saya harus belajar ikhlas dan melepaskan. Meyakini bahwa banyak hal yang bekerja di balik layar, sekalipun tak bisa saya lihat sekarang. Saya hanya perlu memahami apa yang bisa saya kendalikan dan tidak, serta mengerti apa yang sebenarnya diri saya inginkan. Saya berpendapat, hidup tak akan pernah adil bila kita hanya melihat dari sudut pandang kita sebagai manusia, penglihatan dan pengetahuan kita terbatas, namun rencana dan jalan Tuhan sangat luas. Jadi keep going untuk teman-teman yang sedang belajar untuk ikhlas dan melepaskan, ga akan ada yang mengatakan semua ini mudah, but its worth to try.


Listen to your heart, release, and keep a faith.


That’s all I could give to you right now. Karena saya pun masih dalam proses pembelajaran dan masih perlu banyak refleksi dan perbaikan. Jika ada tips dan masukan lain yang ingin kalian berikan, kindly use comment section below.



Terimakasih telah membaca,

With Love

Fatihatun Puti Sabrina


Puisi Cinta : Ajari Aku

 

Puisi Cinta Sedih : Ajari Aku 


Puisi Cinta Sedih



 Ajari aku,

Untuk berhenti menjadi api, saat uap air putih tak lagi menepi,

Untuk tak menunggu surya bersemi, senjana redum memupus semua harapan dan mimpi,

Untuk membiarkan rumbia kecil mati, ketika batang-batang air tak lagi berbaik hati.

 

Ajari aku, untuk menjadi sepertimu,

Agar aku menjadi yang pertama pergi, menampik perasaan lain yang mungkin akan kubuat mati.

Agar kakiku ringan ketika berlari, seolah aku tak boleh menoleh dan berharap kembali

Agar rasa ini lekas mati, hingga aku tak lagi memiliki alasan untuk mencintai


Kumohon ajari aku,

Bagaimana bisa kau melakukan semua itu?

Membiarkan syair ini terus mengalir ketika perpisahan sudah menjadi tabir? 


Karena aku tak tahu apa lagi yang dapat kuberi,

Karena aku tak tahu, bahtera mana yang singgah menjemputku nanti

Karena aku tak tahu, bagaimana caranya agar berhenti mencintai

 

Biarkan aku belajar darimu,

Hingga diri ini mengerti, bahwa halaman baru telah bergulir, dan pena harus berhenti mengukir

 



Lirik, Terjemahan, dan Makna Lagu Taylor Swift Happiness

Lirik, Terjemahan dan  Makna lagu "Happiness" Taylor Swift 


Happiness, merupakan salah satu track lagu dalam album baru Taylor Swift yang berjudul Evermore. Setelah sebelumnya merilis album folklore, ditahun yang sama Taylor mengeluarkan Evermore dengan total sebanyak lima belas lagu, termasuk willow, champagne problem, dan this the damn seasons. Salah satu lagu yang menarik untuk dibahas berjudul Happiness, sebuah judul yang bertolak belakang dengan makna dan setiap penggalan lirik di dalamnya. Happiness merupakan lagu patah hati, yang menceritakan kesedihan seorang perempuan dalam perjalanan cintanya yang tidak berakhir dengan bahagia, namun si perempuan masih berharap dan yakin ada kebahagiaan yang akan ia temukan. Berikut lirik dan makna dari lagu Happiness:

Lirik Lagu galau taylor swift
Taylor Swift -Happiness


Lirik. Terjemahan, dan Makna Lagu Happiness


Honey, when I'm above the trees
I see this for what it is

"Sayang, ketika aku berada di atas pepohonan, aku melihat apa yang sebenarnya terjadi"

Posisi dimana seseorang seolah baru bisa melihat semuanya dengan jelas, melihat dimana ia berdiri dan seperti apa situasi yang terjadi sebenarnya. (Seperti ketika kalian naik ke atas pohon, kalian akan melihat view lebih bagus kan?) 

But now I'm right down in it
All the years I've given
Is just shit we're dividing up

"Namun saat ini aku berada di bawah sini, membuang waktuku selama bertahun-tahun untuk semua omong kosong yang kita lakukan"

Disini, dijelaskan bahwa saat ini si wanita tengah berada dalam situasi yang tidak jelas, (dalam artian selama ini ia bertahan dalam posisi  yang salah)

Showed you all of my hiding spots
I was dancing when the music stopped

"Aku menunjukkan semua titik persembunyianku, aku menari ketika lagu telah berhenti berputar"


Sama artinya dengan menunjukkan semua kelemahan kita ke seseorang yang kita cintai. Makna i was dancing when the music stop, sama artinya ketika kita masih mencintai seseorang disaat orang itu sudah berhenti mencintai diri kita. Sad. :(

And in the disbelief
I can't face reinvention
I haven't met the new me yet

"Dan aku tidak percaya aku belum mendapatkan penemuan kembali, aku belum menemukan diriku yang baru"

Dan si perempuan belum bisa menerima semuanya, cuma belum bertemu dengan versi baru dari dirinya. 

There'll be happiness after you
But there was happiness because of you

"Akan ada kebahagiaan setelahmu, 
tetapi, ada kebahagiaan yang terjadi karena dirimu"

Ini real kondisi ketika kita ingin melupakan seseorang dalam hidup kita. Kita tahu bahwa mungkin akan ada kebahagiaan yang akan kita temukan dengan orang baru, di sisi lain diri kita merasa terjebak, merasa stuck karena ada kenangan yang sulit untuk kita lepaskan. 

Both of these things can be true
There is happiness
Past the blood and bruise
Past the curses and cries
Beyond the terror in the nightfall

"Kedua hal tersebut benar, akan ada kebahagiaan setelah luka dan memar, setelah semua sumpah serapah dan air mata, di luar teror yang terjadi di malam hari"

Ini menggambarkan bahwa banyak rasa sakit yang selama ini sudah ia lewati, dan si perempuan yakin akan ada kebahagiaan yang akan ia dapatkan setelah semua pembelajaran yang ia terima selama ini. 

Haunted by the look in my eyes
That would've loved you for a lifetime
Leave it all behind
And there is happiness

"Dihantui dari sorot mataku bahwa aku akan mencintaimu sepanjang hidupku, tinggalkan semuanya dibelakang, akan ada kebahagiaan"

Si perempuan tahu bahwa ia akan mencintai orang tersebut sepanjang hidupnya, tapi sisi dewasanya juga terlihat ketika ia mau menerima kenyataan dan bersedia meninggalkan semua cerita dimasa lalunya.

Tell me, when did your winning smile
Begin to look like a smirk?
When did all our lessons start to look like weapons pointed at my deepest hurt?

"Katakan padaku kapan senyum kebangganmu mulai terlihat seperti sebuah seringai?
Sejak kapan semua pelajaran kita mulai terlihat seperti sebuah senjata yang mengarah tepat pada luka terdalamku?"

Winning smile ke smirk (seringai), menunjukkan bahwa si perempuan merasa bahwa orang yang ia cintai berubah. semua hal manis terasa pahit. Dan semua pelajaran yang ia dapatkan benar-benar menimbulkan luka yang dalam. 

I hope she'll be a beautiful fool
Who takes my spot next to you
No, I didn't mean that
Sorry, I can't see facts through all of my fury
You haven't met the new me yet

"Aku harap ia menjadi kebodohan indahmu, dia yang mengambil posisiku di sampingmu. 
Tidak, aku tidak bermaksud,
Maaf, aku tidak bisa melihat fakta dalam semua dari semua amarahku, 
Kamu belum melihat versi terbaru dari diriku"

Funny, bagaimana dilirik ini ada sedikit kecemburuan. Dimana sekalipun si perempuan sudah melepaskan, ia jelas belum siap untuk melihat lelaki yang ia cintai bersama wanita lain. I can't see fact through all of my fury menjelaskan bahwa dirinya belum bisa melihat kenyataan dengan jelas.

There'll be happiness after me
But there was happiness because of me
Both of these things I believe
There is happiness
In our history

"Akan terdapat kebahagiaan setelah diriku,
tetapi, ada kebahagiaan yang terjadi karena diriku. 
Ada kebahagiaan, dari kenangan kita"

Sedikit berbeda dari chorus pertama, pada chorus kedua, bahwa ada  kebahagiaan yang tentunya bisa pujaan hatinya temukan di orang lain, tetapi tetap ada kebahagiaan yang ia terima dari kisah cinta mereka.

Across our great divide
There is a glorious sunrise
Dappled with the flickers of light
From the dress I wore at midnight
Leave it all behind
And there is happiness

"Di seberang jurang pemisah kita, Ada matahari terbit yang indah, Dappled dengan kelap-kelip cahaya, dari gaun yang kupakai saat tengah malam. Tinggalkan semuanya. Akan terdapat kebahagiaan" 


Maknanya mirip ya sama yang di atas, lagi dan lagi, disini menunjukkan penerimaan dan sisi dewasa dari si perempuan. Kalau diperhatikan, lagi ini emosinya real banget, ada rasa marah, cemburu, sedih, dewasa, yang terasa kaya emotional rollercoaster. Semua emosi yang sangat realistis untuk kita rasakan  saat kita ingin move on dari seseorang. 


I can't make it go away by making you a villain
I guess it's the price I pay for seven years in heaven
And I pulled your body into mine every goddamn night now I get fake niceties
No one teaches you what to do
When a good man hurts you
And you know you hurt him too


"Aku tak bisa menghilangkan semuanya dengan menjadikanmu seorang penjahat, 
Aku rasa ini merupakan harga yang perlu kubayar untuk tujuh tahun di surga,
Dan aku menarik tubuhmu padaku setiap malam sialan, dan sekarang yang kudapakan hanya kebaikan palsu. 
Tidak ada yang mengajarimu apa yang harus kau lakukan ketika orang baik menyakitimu
dan kau tahu kau menyakitinya juga"


Line ini deep banget, banget, banget. Tidak seperti kebanyakan lagu patah hati yang menceritakan perilaku menyakitkan yang dilakukan pujaan hatinya, lagu ini menceritakan bahwa sosok lelaki di sini bukan lelaki yang "bad", dan si perempuan sadar akan hal itu. And it's sad but it's true, tidak ada yang bisa mengatakan apa yang harus kita lakukan bila 'lelaki baik' menyakiti perasaan kita. Rasa sedih disini bercampur rasa marah dan kekecewaan karena si perempuan sadar jika tidak ada lagi yang bisa ia lakukan.

Honey, when I'm above the trees
I see it for what it is
But now my eyes leak acid rain
On the pillow where you used to lay your head

"Sayang, ketika aku berada di atas pepohonan, aku melihat apa yang sebenarnya terjadi,
Tetapo sekarang mataku mengalirkan hujan asam di atas bantal yang biasa kau gunakan untuk membaringkan kepalamu'

Leak acid rain maknanya sama seperti air mata. Ketika si perempuan mencoba melihat dengan jelas semua yang terjadi (flashback) semua kenangan yang ia lakuka, ia menangis. 

After giving you the best I had
Tell me what to give after that
All you want from me now
Is the green light of forgiveness
You haven't met the new me yet
And I think she'll give you that

"Setelah memberikan padamu hal terbaik yang kumiliki, katakan apa yang bisa kuberi selanjutnya?

Segala yang kau butuhkan dariku adalah lampu hijau tanda maaf,
Kau belum menemukan versi terbaru dari diriku, dan kurasa ia memberikannya"

Ini adalah kondisi di mana kita berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan semua yang ingin kita perjuangkan dengan orang yang kita cintai, kondisinya bukan menunjukkan bahwa si perempuan menyerah, ini lebih menunjukkan bahwa si perempuan sudah tidak mengerti lagi apa yang bisa ia lakukan. 


There'll be happiness after you
But there was happiness because of you too
Both of these things can be true
There is happiness
In our history
Across our great divide
There is a glorious sunrise
Dappled with the flickers of light
From the dress I wore at midnight
Leave it all behind
Oh, leave it all behind
Leave it all behind
And there is happiness

"Akan terdapat kebahagiaan setelahmu, tetapi, akan ada kebahagiaan karena dirimu. Kedua hal ini bisa benar, ada kebahagiaan dari kisah kita. Di seberang jurang pemisah kita, ada matahari terbit yang indah, dappled dengan kelap-kelip cahaya dari gaun yang kupakai saat tengah malam. 

Tinggalkan semuanya, Oh, tinggalkan semuanya

Tinggalkan semuanya,

Dan ada kebahagiaan."




Secara keseluruhan lirik dalam lagu ini memainkan emosi para pendengarnya, rasa sedih yang beberapa detik kemudian berganti menjadi rasa marah, kemudian kekecewaan yang beralih menjadi kedewasaan, yang jujur jarang ditemukan dinamika emosi ini dalam lagu patah hati lainnya. 




Puisi Cinta : Kubilang Sampai Jumpa Bukan Selamat Tinggal


Puisi Cinta : Kubilang Sampai Jumpa Bukan Selamat Tinggal 

Karya : Fatihatun Puti Sabrina


Puisi Cinta Sedih
Image source : Freepik




 Kubilang sampai jumpa, bukan selamat tinggal.

Angan tersirat untuk kembali bertatap muka, melengkapi kepingan cerita yang sempat terpenggal

 

Kubiarkan jarak menjadi jejak, lakuna hati yang belum jua terobati, 

Memberi celah untuk rindu singgah dan menatap, menemani nestapa dalam diri ini. 

 

Kubilang sampai jumpa bukan selamat tinggal,

Dua kata penuh makna, berharap renjana cintamu masih tertinggal,

 

Seperti guratan pena yang membekas pada helaian kertas yang usang,

Seperti arunika yang  selalu hadir sekalipun sempat digantikan oleh petang,

Seperti asa di dalam jiwa, yang berharap esok masih ada cerita, tidak hanya senandika sedih yang terkubur bersama citta.

 

Kubilang sampai jumpa bukan selamat tinggal

Bermakna ini bukan perpisahan, hanya bukti keyakinan pada semesta dan jalan Tuhan.

Mungkin sampai waktu enggan merahasiakan, dan jarak berhenti memisahkan.

Atau mungkin diri ini lelah dan enggan bertahan, saat semua doa dan rapal tidak jua merubah keadaan

 

Tapi kumohon,

Biarkan aku mengatakan sampai jumpa bukan selamat tinggal,

 

Biarkan harapan itu tetap terjaga, mengabaikan kekecewaan dan semua denai air mata.

Entah aku akan kembali atau daksamu yang akan tandang

Hatiku yakin selalu terdapat cinta yang layak untuk diperjuangkan. 

 

 


Puisi Cinta : Derana Hati

Puisi Cinta : Derana Hati

Karya : Fatihatun Puti Sabrina


Puisi cinta sedih
Puisi cinta -Derana Hati


Detik berjalan, termin belum jua berhenti berputar.
Belenggu sebuah kenangan, mengolok rasa yang belum memudar.


Satu hati yang hilang, menunggu sang puan menemukan jalan pulang.
Derana jiwa yang malang, dalam jeratan bui impresi dan angan-angan.


Seperti unjuk pelangi, yang meninggalkan gurat ketika derai hujan berhenti melesat.
Seperti baskara malam, yang masih terlihat ketika rembulan tidak lagi menetap.
Seperti itu hatinya bersiteguh,
renjana hati yang belum jua runtuh.


Namun bila tabir sudah menjadi ketetapan,
Maka ikhlas adalah sebuah keharusan,


Menutup untaian narasi yang panjang,
Mengakhiri romansa, 
nirwana sekejap yang manis untuk dikenang.