Mengenal Clairsentience : Penjelasan dan Ciri - Ciri Intuisi Perasaan!
Lalu Apa Ciri-Ciri Intuisi Perasaan?
7. Anda Benci Melihat Ruang Pribadi Anda Berantakan
Ruang Bercerita dan Berbagi Sudut Pandang
7. Anda Benci Melihat Ruang Pribadi Anda Berantakan
Ditulis Oleh : Fatihatun Puti Sabrina
Bagi beberapa orang, menulis merupakan hal yang mudah dilakukan, namun masih banyak di antara kita yang merasa sulit untuk menulis. Lalu bagaimana caranya untuk memulai menulis? Berikut tips dan contohnya:
Mendalami sesuatu yang menarik untuk kita
akan terasa lebih mudah dibanding dengan topik yang tidak menarik hati kita.
Dalam menulis—ketika kita ingin tulisan tersebut terasa hidup—maka libatkan
hati kita dalam proses pembuatannya. Tentukan topik dan jenis tulisan yang
lebih kamu sukai. Semisal bila kamu tertarik menulis sebuah novel, maka
tentukan jenis novel apa yang menarik bagimu, sesuatu yang terasa mengalir dan
tidak membuatmu terasa terpaksa ketika melakukannya. Semisal romance, fantasy,
horror, ataupun jenis chicklit. Melihat pasar memang perlu, namun
memaksakan sesuatu yang tidak kamu sukai bisa membuat kreatifitasmu tidak
maksimal.
Begitupun dengan menulis sebuah buku, kamu bisa menentukan tipe buku yang ingin kamu buat. Kamu bisa menulis buku self improvement, ilmu pengetahuan, biografi, dan masih banyak lainnya!
Saat menulis, pernahkah kamu merasa seolah
kamu mengetahui apa yang ingin kamu tulis, namun merasa bingung bagaimana cara
menyampaikannya? Yap, mungkin kamu perlu memperkaya diksimu! Membaca adalah salah
satu cara agar diksimu terus berkembang.
Akan lebih baik lagi bila referensi
bacaanmu sesuai dengan topik yang akan kamu tulis, bila kamu berniat menulis
sebuah buku self-improvement, perbanyaklah membaca buku-buku pengembangan
diri!
Memahami bagaimana dirimu bekerja dan apa
yang memancing inspirasimu adalah hal yang penting. Beberapa orang merasa lebih
mudah dalam menulis dalam kesunyian, beberapa yang lainnya mungkin tidak
bermasalah di kelilingi beberapa orang atau menulis sembari diiringi alunan
musik. Kamu bisa memperhatikan kondisi dan waktu yang membuatmu nyaman.
Kamu juga bisa mencari sumber-sumber
insipirasimu dalam menulis, semisal dengan menonton film, mendengarkan musik,
pergi ke beberapa tempat untuk refreshing, dan masih banyak lagi!
Sekalipun hanya untuk iseng-iseng dan tidak berniat untuk dipublikasikan, terbiasalah merevisi dan mengedit apa yang telah kamu tulis. Baca kembali hasil tulisanmu, rasakan seolah kamu bertukar posisi menjadi pembaca, apakah ada kata yang terlalu berbelit? apakah kamu menemukan diksi yang dirasa kurang pas? kamu juga mungkin perlu memperhatikan peletakkan koma dan panjang kalimatmu. Jangan buat pembaca ngos-ngosan saat membaca tulisanmu ya!
Dua kunci utama untuk menjadi penulis adalah membaca dan menulis. Sangat wajar bila dalam tulisan pertama kita akan merasa tulisan kita sangat buruk. Teruslah menulis, bila kamu merasa kurang percaya diri, simpanlah tulisanmu dalam draft terlebih dahulu, lakukan secara rutin dan secara perlahan kamu akan melihat hasilnya! Saya pernah melihat artikel yang saya buat beberapa bulan lalu dan menyadari seberapa besar improve yang saya dapatkan pada karya saya—yang terjadi secara bertahap!
Ingat, kamu selalu bisa mengedit tulisan yang sudah kamu buat, namun bila kamu tidak memulai, bagaimana mungkin karyamu akan selesai? Seperti yang orang bilang, You can’t edit from a blank page!
Yang terakhir adalah komitmen. Wajar bila
dalam menulis kita merasakan writer blocks, atau kita merasa bahwa apa
yang kita kerjakan belum memberikan hasil sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Teruslah menulis, terutama bila Anda merasa menulis merupakan salah satu hobby
yang Anda sukai! Jangan langsung berorientasi pada hasil! Lakukan yang
terbaik, dan biarkan dirimu berekspresi sebebas mungkin!
Nah, seperti itulah tips and trick untuk menulis! Menulis untuk pemula memang bukan hal yang mudah—bahkan bagi orang yang sudah terbiasa
menulis—sangat wajar bila suatu saat masuk pada fase writer blocks. Semua perlu waktu dan proses. Tetap
semangat ya, semoga artikel ini dapat membantumu!
Ditulis oleh : Fatihatun Puti Sabrina
Setiap orang memiliki jenis intuisinya masing-masing, salah satunya melalui pendengaran atau clairaudience. Clairaudience merupakan jenis psychic hearing. Clair artinya jelas, dan audience memiiki arti pendengaran. Clairaudience adalah orang yang berkomunikasi dengan spirit melalui pendengaran. Lalu apa tanda-tandanya bila Anda seorang clairaudience?
Salah satu tanda bila Anda merupakan clairaudience adalah, Anda sering mendengar suara dalam kepala Anda sendiri. Suara ini gentle dan terdengar bijak, bila Anda sedih suara ini akan berusaha menenangkan Anda, dan ketika Anda cemas atau khawatir, suara ini akan menepis segala hal negatif yang Anda pikirkan tentang diri Anda. Inilah intuisi pendengaran, atau disebut dengan clairaudience.
Dalam beberapa kondisi, Anda dapat mendengar suara tersebut dan mengetahui apakah suara di kepala Anda suara laki-laki atau perempuan. Namun dalam kondisi lain Anda tidak benar-benar mendengar ‘suara seseorang berbicara', tetapi Anda mengetahui dengan jelas apa yang suara tersebut sampaikan (bagaimana caranya berbicara, isi pesannya, dan juga tone yang digunakan)
Sebagai clairaudience Anda mungkin sering mendengar seolah seseorang memanggil nama Anda, namun Anda tidak menemukan siapapun.
Bila seorang clairaudience dilengkapi dengan kemampuan melihat (clairvoyance), mereka biasanya dapat melihat dan berkomunikasi dengan spirit (seperti yang biasanya kita lihat pada seorang cenayang). Tetapi ketika seorang clairaudience tidak memiliki kemampuan melihat, biasanya suara eksternal yang ditangkap hanya berupa panggilan nama, atau mendengar seseorang berbicara namun terjadi sangat cepat dan tidak begitu jernih.
Hal ini sering terjadi ketika saya sedang berkumpul dan melakukan kegiatan dengan teman-teman saya, saya mendengar secara random seseorang berbicara (yang kadang membuat saya celingukkan dan bertanya ‘siapa tadi yang bicara?’—karena saya pikir itu suara teman saya yang lain). Berbeda dengan suara di dalam kepala saya yang terdengar jelas, suara yang saya tangkap dari luar terdengar seperti sebuah chanel radio yang belum pas, suaranya seolah memiliki banyak noise sehingga saya tidak mengerti apa yang disampaikan. Saya hanya mengetahui dari mana suara tersebut berasal, namun tidak mendengar jelas isi pesannya.
Orang-orang clairaudience akan memiliki kecenderungan untuk berbicara sendiri. Berbicara di sini bukan seperti seorang cenayang yang berkomunikasi dengan makhluk halus ya. Ketika seorang clairaudience berkomunikasi dengan suara di kepala mereka, respon yang mereka lakukan kadang dalam bentuk perkataan yang memang benar-benar mereka ucapkan secara lisan (Bukan hanya dialog yang ada di kepala saja). Mereka mungkin tidak akan menyadari ketika mereka tengah berbicara sendiri!
Seorang clairaudience adalah pendengar yang baik, mereka mendengar dengan jelas—bukan sekedar dari suara namun juga tone, bahkan underlying message dari seseorang yang berbicara kepadanya. Maka dari itu akan sangat mudah bagi clairaudience mengetahui bila seseorang membohongi atau mengatakan hal yang bersebrangan dengan fakta yang ada.
Dalam bidang seni, seorang clairaudience akan sangat mudah terhubung dengan musik dan biasanya memiliki kemampuan menulis. Anda mungkin akan merasa bahwa kata-kata seolah mengalir dalam diri Anda, hal ini karena Anda terbiasa untuk mendengar dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Kemampuan ini membuat Anda mengekspresikan diri dalam musik dan menulis.
Ciri lain yang dapat menjadi tanda bahwa Anda clairaudiene adalah Anda sensitif dengan suara tentu, seperti suara yang terlalu keras atau suara bising. Semisal pada diri saya, ketika mendengar suara ambulance—saya merasa tidak nyaman karena saya merasa khawatir dan gelisah saat mendengar suara tersebut. Ataupun suara lain seperti sebuah goresan pada keramik atau hal-hal yang membuat Anda tidak nyaman. Hal ini terjadi karena pendengaran Anda sangat peka terhadap suara merasa terganggu.
Salah satu tanda bahwa Anda merupakan clairaudience adalah mendengar high pitch seperti suara dengung tinggi di telinga Anda secara tiba-tiba. Bagi clairaudience ini seperti sebuah konfirmasi atau salah satu cara yang digunakan intuisi Anda untuk membuat Anda memperhatikan sekeliling Anda. So, pay attentions guys!
Jika kita berbicara mengenai spiritual, kita akan mengerti bahwa tak ada sesuatu yang kebetulan. Anda akan mengerti bahwa setiap hal dalam hidup Anda terhubung satu sama lain, Anda akan menyadari serapih apa jalan takdir yang Tuhan berikan. Salah satu cara yang bisa digunakan intuisi Anda dalam berkomunikasi dengan Anda adalah melalui musik, seorang clairaudience akan terfokus pada lirik dan quotes bila menonton sebuah film atau musik.
Bila Anda seorang clairaudience, Anda mungkin akan menemukan beberapa musik muncul secara tiba-tiba dalam playlist atau platform tertentu—yang bila Anda dengarkan seperti memberi jawaban akan pertanyaan yang berputar di kepala Anda. Anda mungkin juga sering mendengar musik tertentu berputar di kepala Anda ketika Anda bangun tidur. Hal ini merupakan hal yang wajar bagi clairaudience! Spirit often talk to you through word and music!
Nah itulah ciri-ciri bila Anda seorang clairaudience! Bila Anda merasa bahwa Anda tidak tepat dengan ciri di atas, jangan khawatir, mungkin Anda memilki jenis intuisi lainnya seperti clairvoyance, claircognizance, atau clairsentience!
Jangan lupa share, dan comment! Sampai jumpa pada postingan berikutnya!
Selama ini kita selalu
beranggapan bahwa sixth sense adalah sesuatu yang khusus dan tidak
dimilikki oleh semua orang. Padahal, semua manusia memiliki indra keenam karena
sejatinya kita semua memiliki intuisi yang kita bawa sejak kita lahir. Bila berbicara
mengenai sixth sense, sama artinya dengan mengetahui bagaimana intuisi
berkomunikasi dengan kita. Intuisi kita berbicara sesuai dengan sixth sense yang
paling dominan dalam diri kita, entah melalui pengelihatan, pendengaran, feeling,
penciuman, ataupun pengetahuan.
Secara garis besar ada empat jenis intuisi. Sangat memungkinkan bila satu orang memiliki satu atau lebih intuisi yang dominan, bahkan untuk teman-teman indigo, besar kemungkinan keempat sixth sense ini terbuka dan dimilikki semua.
1. Clairvoyance.
Clair memiliki
arti jelas atau jernih, sementara voyance memiliki arti pengelihatan. Mudahnya
clairvoyance adalah orang yang mampu melihat spirit atau hal yang tidak dapat
dilihat oleh orang pada umumnya. Selama ini kita hanya beranggapan bahwa hanya clairvoyance-lah
yang memiliki indra keenam, padahal kepekaan indra tiap individu berbeda.
Selain dalam melihat
wujud spirit, clairvoyance juga dapat melihat rekaan peristiwa yang
terjadi di tempat lain, masa lalu, ataupun masa depan. Clairvoyance biasanya
mendapatkan penglihatan visual yang jelas, baik dalam bentuk rekaan peristiwa
atau potongan gambar yang mereka lihat.
2. Clairaudience.
Clairaudience
artinya orang yang memiliki pendengaran yang jernih atau jelas.
Seseorang yang
memiliki kemampuan clairaudience biasanya sering mendengar bisikkan atau
suara seseorang yang berbicara di dalam kepalanya. Kadang juga tidak selalu berupa
‘suara’ , namun seperti Anda mengetahui dengan jelas kata-kata yang Anda terima
di kepala Anda. Anda seolah mengetahui tone dan isi pesannya.
Seorang clairaudience
biasanya akan mendapatkan intuisi dari suara di dalam kepalanya. Pada diri
saya, suara ini selalu menenangkan di saat saya menangis dan ketakutan. (Suara
ini tidak pernah terdengar kasar dan menghakimi—jadi bukan seperti orang yang memiliki permasalahan psikologis
ya).
Orang yang memiliki kemampuan clairaudience biasanya tidak menyadari bahwa mereka memilki sixth sense ini. Saya selalu berpikir bahwa selama ini saya hanya mendengar suara saya sendiri, lalu setelahnya saya menyadari, “Ini suara perempuan lain”, lalu setelahnya muncul kembali, “Sekarang suara laki-laki”, hingga akhirnya saya bisa membedakan tiga spirit yang suaranya selalu menemani saya sejak kecil.
3. Claircognizance
Claircognizance
adalah seseorang yang biasanya mendapatkan intuisi dengan ‘mengetahui
sesuatu’, seolah mereka mengetahui suatu informasi bahkan untuk hal yang tidak
mereka ketahui alasannya apa. Berbeda dengan clairsentience yang
mengetahui menggunakan perasaan atau feeling, claircognizance biasanya
lebih mengarah ke ‘informasi yang muncul’ entah dari mana, seolah Anda
mengetahui sesuatu dan pada akhirnya hal tersebut benar.
Seperti
misalnya : Anda mengetahui ketika orang memberi tahu sebuah informasi pada Anda
dan informasi tersebut salah (bukan dari perasaaan atau feeling namun informasi
yang seolah muncul di kepala Anda)
Biasanya orang-orang
claircognizance adalah orang-orang yang logis, mereka akan cerdas dalam
sains, bahkan cenderung tidak percaya dan
hal-hal berbau spiritual.
4. Clairsentience
Clairsentience
merupakan sixth sense paling dominan yang saya milikki. Clairsentience
adalah psychic feeling. Intuisi biasanya akan bekerja pada clairsentience
melalui firasat atau perasaan. Seperti contoh, merasakan bagaimana atmosphere
suatu ruangan ketika Anda melangkah masuk ke dalam, atau mengetahui bahwa
seseorang memiliki niat yang kurang baik terhadap Anda. Semua ini bukan didapatkan
dari penglihatan mata, namun dari ‘feel’ atau perasaan Anda.
Saya pernah merasa
sedih dan ingin menangis ketika mengunjungi Gedung lawang sewu di Semarang. (yang
selama ini terkenal dengan kisah menakutkan dan mistis). Saya tidak merasakan nuansa horor sedikitpun, saya justru sedih dan ingin menangis. Setelah saya pulang dan
mencari informasi, saya baru menyadari bahwa emosi yang saya rasakan dikarenakan sejarah lain, yaitu pembantaian
dan penyiksaan yang dilakukan pada semua tahanan—yang rasa sedihnya
justru saya serap paling dominan.
Bila Anda clairsentience, Anda perlu mendengarkan firasat Anda. Anda mungkin akan mudah merinding, sering merasakan sensasi hangat di pusat dada Anda, dan berbagai hal lainnya. Bagi clairsentience, merinding juga tak selalu diartikan oleh sesuatu yang mistis dan menakutkan, namun seperti konfirmasi untuk sesuatu yang ingin kita ketahui atau tengah kita lakukan!
Meditasi merupakan sebuah
aktivitas yang dapat bermanfaat bagi fisik, mental, dan spiritual. Selama ini
kita mungkin sudah mendengar tentang meditasi, namun berpikir skeptis akan
bagaimana meditasi dilakukan. Tahukah Anda bahwa meditasi dibagi menjadi
beberapa jenis? Berikut merupakan jenis-jenis meditasi :
Jenis meditasi yang pertama
adalah meditasi spiritual, meditasi ini bisa dilakukan dalam keheningan atau
dengan berbicara (Affirmations). Terlepas
dari latar belakang agama apapun, meditasi spiritual akan membangun dan
menguatkan kepercayaan kita kepada sang Pencipta. Bila dikaitkan dengan
perjalanan spiritual dalam diri sendiri, meditasi ini membantu perkembangan
spiritual—seperti misalnya : Sebagai media untuk refleksi diri, untuk memahami
dan mendengar suara hati, sekaligus untuk menemukan misi jiwa seseorang.
(terutama untuk orang-orang yang misi jiwanya berkaitan dengan memberikan
sesuatu untuk orang lain).
Bila meditasi spiritual lebih
populer di timur, meditasi mindfulness lebih
dikenal di barat. Meditasi mindfulness merupakan
meditasi yang membuat kita fokus untuk apa yang terjadi saat ini. Hal ini
mencegah kita untuk terlalu khawatir dengan masa depan, atau masih terbayang
oleh sesuatu yang terjadi di masa lalu.
Dalam melakukan meditasi mindfulness dimulai dengan fokus dalam
mengatur teknik pernafasan, dalam meditasi ini kita tidak perlu menyingkirkan
berbagai macam pikiran yang bisa saja muncul secara tiba-tiba dalam sesi
meditasi, mindfulness meditation membiarkan
bila ada pemikiran yang muncul, sebagai salah satu bentuk kesadaran akan apa
yang kita pikirkan dan rasakan. Ketika ada pemikiran yang muncul secara
tiba-tiba, biarkan, kemudian kembalikan fokus Anda dalam mengatur pernafasan
Anda.
Meditasi ini bagus untuk
mengurangi stres, depressi, atau anxiety.
Meditasi mindfull juga dapat
dilakukan untuk membantu resiliensi diri kita dalam menghadapi kondisi sulit.
Berbeda dengan meditasi lain yang
dilakukan dengan berdiam, meditasi gerak mencoba memusatkan kesadaran diri kita
pada gerakkan tubuh. Salah satu contoh dari meditasi gerak adalah yoga, namun
hal-hal sederhana seperti berjalan di atas rumput, melakukan pekerjaan rumah,
dan lain-lain—juga dapat dimasukkan sebagai meditasi gerak. Dalam meditasi ini,
pergerakkan tubuh menjadi kunci utama.
Bila Anda merupakan orang yang merasa lebih mudah untuk berkonsentrasi ketika melakukan sesuatu, meditasi ini akan menjadi meditasi yang tepat untuk Anda.
Meditasi ini merupakan salah satu
meditasi yang sering saya lakukan. Meditasi visualisasi, merupakan meditasi
dengan membayangkan suatu tempat, suasana, atau kondisi tertentu. Meditasi ini
bisa dilakuakan dengan membayangkan bila diri Anda berada di tengah kondisi
alam yang damai, berada di tengah deburan ombak, dan lain-lain.
Meditasi ini juga dapat dilakukan
untuk memanifestasikan sesuatu dengan visualisasi pikiran Anda. Kita perlu
meyakini, bahwa emosi, pikiran, dan tindakan merupakan energi. Meditasi
visualisasi sangat tepat digunakan untuk orang-orang yang kreatif dan merasa
mudah dalam visualisasi.
Yang ke-5 adalah meditasi affirmations, meditasi ini seperti
mengucapkan kalimat-kalimat positif entah untuk diri sendiri, orang lain, atau
untuk lingkungan sekitar. Dalam praktiknya meditasi ini memusatkan sugesti
setiap kata yang diucapkan dengan penuh keyakinan.
Seperti contohnya, “Aku layak
untuk mendapatkan semua mimpiku”, “Aku siap untuk menerima kebahagiaan yang
besar”, “Tak ada limitasi dalam diriku, karena ada tangan Tuhan yang membentuk
diriku”, dan berbagai kata-kata positif lainnya.
Perlu kita ingat untuk tidak
menggunakan kata-kata negatif bagi diri kita atau orang lain. Ucapkan semua
kalimat dengan hati yang tulus dan penuh cinta kasih. Dengan melakukan meditasi
ini, kita dapat lebih mencintai diri sendiri, bersyukur, dan berpikir positif.
Dalam meditasi ini, media musik,
kata-kata, melody, merupakan unsur penting yang digunakan. Sebagai seorang clairaudience meditasi chanting memiliki pengaruh yang cukup
besar dalam diri saya. Namun untuk melakukannya kita perlu memastikan bahwa
suara, subliminal, atau melodi yang
kita gunakan berasal dari sumber yang terpercaya. Terutama subliminal dan binnarual beats, karena pesan yang disampaikan
tersirat dan hampir sulit kita temukan.
Jenis meditasi yang terakhir
adalah meditasi yang digunakan untuk
memperhatikan kondisi tubuh kita secara utuh (body scan). Meditasi ini sangat tepat digunakan ketika Anda
merasakan kondisi tubuh yang kurang nyaman, seperti misalnya : Tegang bahu,
leher terasa sakit (yang mungkin terjadi karena stres) dan lain-lain
Untuk melakukannya, Anda perlu
meregangkan bagian tubuh Anda satu demi satu. Duduklah dalam posisi yang
nyaman, lalu mulai scan body meditation
dengan memusatkan perhatian Anda pada kaki Anda, biarkan otot-otot Anda menjadi
rileks, atur pernafasan Anda seperti meditasi pada umumnya, namun pastikan Anda
fokus untuk membuat rileks bagian tubuh Anda. Ketika bagian kaki sudah rileks,
Anda bisa melanjutkan pada paha, bahu, leher, hingga ke atas.
Nah, pembahasan di atas merupakan
jenis-jenis meditasi yang perlu kita ketahui. Sangat memungkinkan bila Anda
akan menggabungkan beberapa meditasi karena pada dasarnya beberapa meditasi
akan terhubung dengan jenis meditasi lainnya.
Seperti misalnya pada diri saya :
Ketika ingin berbicara dengan diri
sendiri saya menggunakan meditasi spiritual, ketika ingin menyampaikan seseuatu
pada seseorang saya akan menggunakan meditasi visual, dan ketika saya lelah dan
benar-benar tidak mood saya akan
menggunakan meditasi chanting—yang biasanya saya lakukan sembari bersantai atau
melakukan kegiatan lainnya.
Tak ada salahnya untuk mencoba
jenis meditasi yang baik untuk diri Anda, yang penting Anda dapat mengetahui
jenis meditasi apa yang tepat untuk diri Anda.
Sampai jumpa pada postingan
selanjutnya!
Selama ini, banyak yang mengira bahwa meditasi adalah praktis
yang aneh dan membutuhkan ritual atau persiapan khusus. Padahal meditasi merupakan sebuah kegiatan yang dapat dilakukan
siapa saja dan tidak memerlukan effort yang
besar. Meditasi merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk menenangkan tubuh dan pikiran, meditasi akan
membantu seseorang untuk melatih kesadaran akan kondisi diri sendiri dan
benar-benar merasakan hidup di masa sekarang.
Berikut manfaat yang bisa kita dapatkan dengan melakukan
meditasi:
1. Siapkan Tempat Yang Kondusif
Dalam memulai meditasi, kita akan belajar untuk ‘benar-benar
hadir’ dan meninggalkan sejenak semua beban dan kepenatan hidup yang kita
alami. Situasi yang kurang kondusif
dapat membuat Anda kesulitan berkonsentrasi, terutama bila Anda seorang pemula,
Anda akan lebih mudah terdistraksi di lingkungan yang kurang kondusif.
2. Posisikan Tubuh Anda Senyaman Mungkin
Salah satu sikap tubuh yang sangat dianjurkan dalam meditasi adalah duduk bersila, dengan posisi punggung yang tegap. Bila dilihat dari aspek energi dan spiritual, kondisi ini akan menghubungkan antara root cakra (cakra yang berada di paling bawah), hingga cakra mahkota (crown cakra) yang berada di paling atas. Root cakra akan terhubung dengan energi di bumi, dan crown cakra Anda akan terhubung ke langit, sehingga membentuk sebuah garis vertikal yang saling berkaitan. Namun bila posisi duduk membuat Anda kurang nyaman, Anda bisa melakukan Meditasi dengan berbaring. Posisikan tubuh Anda senyaman mungkin.
3. Minimalisir
Pencahayaan
Salah satu tips yang membuat sesi meditasi Anda terasa
‘intim’ adalah dengan menggunakan lilin dibanding menggunakan cahaya lampu
biasa. Sebenarnya, tak ada masalah untuk menggunakan keduanya, namun bila Anda
tengah melatih konsentrasi, penggunaan lilin akan membuat pandangan Anda
terfokus pada api yang dipancarkan. Coba pikir kembali—ketika bola mata Anda
bergerak, bukankah pikiran kita terus terhubung dan tidak berhenti berjalan? Dengan memusatkan pandangan kita
pada suatu titik, kita memberi sinyal ke pada otak kita untuk meninggalkan
hal-hal lain yang tidak perlu kita perhatikan. Tips ini sederhana, namun patut
untuk dicoba!
4. Atur Pola Pernafasan
Tarik nafas Anda dalam-dalam, tahan beberapa detik, sebelum
menghembuskan melalui mulut Anda secara perlahan. Rasakan bagaimana semua rasa
lelah, beban pikiran, dan semua bias yang Anda bawa sebelumnya seolah mengalir
keluar seiring dengan hembusan nafas Anda. Lakukan ini secara berulang dengan
kesadaran penuh bahwa Anda memegang kendali atas diri Anda. Teknik seperti ini
tidak hanya digunakan dalam meditasi, saya selalu melakukan ini setiap saya
merasa sangat cemas dan ingin menangis. Mengatur pernafasan akan membantu kita
untuk menyingkirkan bias dan benar-benar hadir dalam diri kita sekarang.
5. Jangan kendalikan pikiran Anda.
Sangat mungkin ketika Anda sedang meditasi, dan beberapa hal
muncul di pikiran Anda. Hal ini sering saya alami, dan dari sana saya belajar,
semakin saya mencoba mengendalikan pikiran saya, semakin sulit saya fokus dan
meditasi saya terasa tidak mengalir alami karena adanya rasa tekanan. Jadi, saya membiarkan bila ada distraksi yang
mengganggu pikiran saya, namun tidak bereaksi akan hal tersebut. Hal ini akan membuat pikiran Anda bisa
kembali fokus lebih cepat.
Jangan berusaha untuk mengendalikan pikiran Anda, Anda tidak
bisa mencegahnya, namun Anda bisa memilih untuk tidak bereaksi akan apa yang
Anda pikirkan.
6. Cari Meditasi Terbaik Untuk Diri Anda
Ada banyak meditasi yang bisa Anda gunakan, seperti
contoh—bila Anda seorang yang baik dalam memvisualisasikan sesuatu, Anda dapat
mencari meditasi yang menuntut Anda untuk membayangkan sesuatu. Contoh lain,
bila Anda seorang clairaudience (psychic hearing), Anda
bisa memilih meditasi dengan frekuensi dan vibrasi tertentu. Saya seorang clairsentience dan clairaudience, jadi dua meditasi yang paling berpengaruh bagi saya
adalah subliminal / Binarual beats, atau meditasi
dengan melibatkan emosi saya untuk merasakan sesuatu. Carilah meditasi yang
tepat untuk Anda!
7. Sadari kemampuan Diri Sendiri
Meditasi merupakan bagian dari self care, Jadi memaksakan diri untuk mengikuti sesi meditasi
selama 30 menit lebih bukan hal yang mudah bagi semua orang. Bila Anda hanya
mampu untuk melakukan meditasi selama 10 menit, tak masalah. Bahkan lima
menitpun tak masalah! Semua kembali pada kenyamanan dan kemampuan diri sendiri,
untuk apa melakukan self care namun
tidak merasa nyaman sedikitpun?
Nah berikut merupakan pengertian, manfaat, dan tips mengenai meditasi. Ambilah tips yang tepat untuk diri Anda, karena
kenyamanan dan prespektif setiap individu tentu berbeda. Sampai jumpa
di postingan berikutnya!